Thrifting Dilarang, Pedangang Pasar Jakarta: Mengapa Baru Sekarang?

- Rabu, 22 Maret 2023 | 12:26 WIB
Fenomena maraknya thrifting pakaian bekas impor ilegal (Pexel.com/Cottonbro Studio)
Fenomena maraknya thrifting pakaian bekas impor ilegal (Pexel.com/Cottonbro Studio)

Bingkai Nasional - Ikappi atau Ikatan Pedangang Pasar Indonesia sangat mendukung adanya kebijakan dari pemerintah mengenai larangan thrifting pakaian impor.

Terlebih lagi terdapat isu yang masih digaungkan yang menyangkut akan kesehatan serta lingkungan dari baju sebelum masuk ke Indonesia.

Ketua DPW Ikappi Jakarta yaitu Miftahudin, menuliskan melalui keterangannya, “Tapi kenapa ya larangan thrifting pakaian impor ini baru gencar sekarang ini? Sampai harus membawa pihak kepolisian juga untuk melaksanakan sidak dan dengan narasi penggrebekan tersebut”.

Miftahudin itu juga mengatakan bahwa thrifting yang ada di Pasar Senen dan juga sekitarnya sudah dilakukan sejak lama sekali.

Menurutnya praktik itu bukan hanya untuk menuruti keinginan dari pembeli tetapi juga untuk mendapatkan barang branded dengan harga yang terjangkau dan murah hanya untuk bergaya.

Sehingga sebagian masyarakat yang menengah ke bawah mempunyai inisiatif untuk bisa mengatur keuangan atas kebutuhhan yang sangat mendasar, seperti pakaian, dengan kualitas yang bagus tetapi dengan harga yang sesuai dengan kemampuan masyarakat tersebut. 

Miftahudin juga menegaskan bahwa ikappi akan membela dari pedagang yang terkana dampak pelarangan tersbut.

Sebab tidak sedikit pedangang yang harus menggantungkan hidupnya dari berjualan pakaian bekas ini.

Baca Juga: Buntut Kasus Anak Pecahkan Boneka Teletubbies Seharga Mobil Bekas, Pihak Toko Kini Meminta Maaf

Sehingga kementerian perdagangan juga harus bisa memberi solusi yang konkret bagi pedagang yang terkena dampak dengan adanya regulasi tersebut.

Miftahudin mengatakan bahwa, “Menteri Perdagangan itu Menterinya atau bapaknya pedangan, jadi juga harus ikut mengayomi akan hal tersebut”.

“Kami juga akan bersuara karena banyak sekali pedagang yang merasa menjadi korban dalam situasi ini,” katanya.

Tak hanya itu, Miftahudin juga menilai bahwa konsep bernegara di Indonesia sudah cukup bagus.

Termasuk juga dalam urusan perdagangan pastinya. Namun, perlu kita ketahui adanya dari fungsi pengawasan di lapangan yang saat ini masih menjadi pekerjaan atau tugas yang harus dilakukan oleh pemerintah. 

“Jadi kami sangat menyayangkan adanya musibah tersebut apalagi akan menjelang bulan Puasa Ramadhan, yang padahal ini adalah panennya dari para pedagang baju,” ujar dari Miftahudin.

Halaman:

Editor: Meidy Achmad Harish

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X